views
2

 

Meskipun bergaya minimalis, namun desain pagar yang unik dan berbeda dengan kebanyakan rumah di Indonesia akan membuat banyak orang kagum.

 

Warna pagar rumah minimalis umumnya mengaplikasikan warna-warna alami, seperti: putih, abu-abu beton, hitam, dan coklat, untuk memperkuat kesan minimalis yang ‘simple’ dan menyatu dengan alam.Warna hitam dan coklat ditujukan untuk memberi kesan kuat dan menjadi ‘pondasi’ yang memperkokoh bangunan.Sedangkan, warna putih dan abu-abu beton biasa digunakan untuk mengesankan bangunan yang ‘ringan’.

 

Pemilihan material pagar yang dirasa aman bagi pagar rumah adalah batu bata atau tembok atau beton. Keunggulannya tidak tembus pandang, kuat, jika banjir bisa menahan air, dan bisa mengurangi suara bising yang dihasilkan dari lalu-lalang kendaraan di jalan. Akan tetapi, kelemahan dari tembok adalah tetangga sekitar rumah Anda akan beranggapapan bahwa Anda ini anti-sosial, karena dianggap membentuk benteng. Untuk alternatif, Anda bisa mengombinasikan tembok dengan besi. Untuk material dari kayu, memang secara estetika lebih enak dipandang. Akan tetapi, material dari kayu ini dengan mudahnya bisa dijebol maling, tidak bisa tahan dalam cuaca yang panas maupun hujan, dan tidak bisa terhindar dari serangan rayap.

 

Selanjutnya dalam hal daya pandang mempunyai 2 pendapat yang berbeda. Jika lingkungan rumah Anda termasuk lingkungan perumahan yang sepi dan penduduknya tidak saling satu sama lain, maka Anda lebih baik menggunakan pagar yang berbahan tidak tembus pandang. Hal ini ditujukan agar maling tidak bisa memantau rumah Anda. Dan sebaliknya, jika Anda tinggal di lingkungan yang penduduknya padat, cukup akrab dan saling kenal satu sama lain, maka pilihan yang tepat adalah memilih material penyusun pagar yang bisa tembus pandang.

 

Hal terakhir yang terpenting adalah menentukan desain pagar. Terlebih jika rumah Anda tipe minimalis, hendaknya pagar yang Anda pilih juga serasi dengan tipe minimalis rumah Anda. Hal yang harus Anda perhatikan dalam menentukan desain pagar adalah:

Jangan memilih pagar yang desainnya terlalu banyak garis horizontal. Hal ini dimaksudkan agar maling tidak dapat memanjat pagar rumah Anda dengan mudahnya. Pilihlah desain pagar dengan garis yang vertikal.

 

Lengkapi ujung pagar vertikal Anda dengan ujung yang runcing, agar menyulitkan maling untuk memanjat.

Sediakan pintu kecil yang letaknya terpisah dari pintu yang besar, atau pintu mobil. Dengan begitu, Anda mempunyai 2 macam kunci pintu, dan istimewanya lagi Anda hanya bisa membuka pintu kecil dari dalam rumah. Singkatnya, ini keamanan ganda pintu pagar Anda.

Masing-masing jenis pagar rumah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita ambil contoh saja pagar besi minimalis dengan pagar stainless. Secara model sebenarnya lebih artistik pagar besi, tapi secara keawetan tentu pagar stainless jauh lebih awet dibandingkan pagar besi.

 

 

 

 

 

Leave a reply "MODEL PAGAR RUMAH MINIMALIS"

Your email address will not be published. Required fields are marked *